welcome to my page Pictures, Images and Photos
Summer / Verão Pictures, Images and Photos
Dolphin alphabet animated gif Pictures, Images and PhotosDolphin alphabet animated gif Pictures, Images and PhotosDolphin alphabet animated gif Pictures, Images and Photos

Kamis, 11 November 2010

Gunung Krakatau


 
Ketinggian 813 m (2,667 kaki)
Lokasi Selat Sunda, Indonesia 
Koordinat 6°6′27″LS,105°25′3″BT
Jenis Kaldera vulkanik


Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan  Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudra Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.

Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung  Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.

Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.

Perkembangan Gunung Krakatau

Gunung Krakatau Purba

Melihat kawasan Gunung Krakatau di Selat Sunda, para ahli memperkirakan bahwa pada masa purba terdapat gunung yang sangat besar di Selat Sunda yang akhirnya meletus dahsyat yang menyisakan sebuah kaldera (kawah besar) yang disebut Gunung Krakatau Purba, yang merupakan induk dari Gunung Krakatau yang meletus pada 1883. Gunung ini disusun dari bebatuan andesitik.

Catatan mengenai letusan Krakatau Purba yang diambil dari sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi. Isinya antara lain menyatakan:
Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula.... Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatra.
Pakar geologi Berend George Escher dan beberapa ahli lainnya berpendapat bahwa kejadian alam yang diceritakan berasal dari Gunung Krakatau Purba, yang dalam teks tersebut disebut Gunung Batuwara. Menurut buku Pustaka Raja Parwa tersebut, tinggi Krakatau Purba ini mencapai 2.000 meter di atas permukaan laut, dan lingkaran pantainya mencapai 11 kilometer.

Akibat ledakan yang hebat itu, tiga perempat tubuh Krakatau Purba hancur menyisakan kaldera (kawah besar) di Selat Sunda. Sisi-sisi atau tepi kawahnya dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung, dalam catatan lain disebut sebagai Pulau Rakata, Pulau Rakata Kecil dan Pulau Sertung. Letusan gunung ini disinyalir bertanggung- jawab atas terjadinya abad kegelapan di muka bumi. Penyakit sampar bubonic terjadi karena temperatur mendingin. Sampar ini secara signifikan mengurangi jumlah penduduk di muka bumi.

Letusan ini juga dianggap turut andil atas berakhirnya masa kejayaan Persia Purba, transmutasi Kerajaan Romawi ke Kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar Maya, Tikal dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan yang penuh teka-teki. Ledakan Krakatau Purba diperkirakan berlangsung selama 10 hari dengan perkiraan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik. Ledakan tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter, menurunkan temperatur sebesar 5-10 derajat selama 10-20 tahun.

Munculnya Gunung Krakatau


Perkembangan Gunung Krakatau
Pulau Rakata, yang merupakan satu dari tiga pulau sisa Gunung Krakatau Purba kemudian tumbuh sesuai dengan dorongan vulkanik dari dalam perut bumi yang dikenal sebagai Gunung Krakatau (atau Gunung Rakata) yang terbuat dari batuan basaltik. Kemudian, dua gunung api muncul dari tengah kawah, bernama  Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan yang kemudian menyatu dengan Gunung Rakata yang muncul terlebih dahulu. Persatuan ketiga gunung api inilah yang disebut Gunung Krakatau.

Gunung Krakatau pernah meletus pada tahun 1680 menghasilkan lava andesitik asam. Lalu pada tahun 1880, Gunung Perbuwatan aktif mengeluarkan lava meskipun tidak meletus. Setelah masa itu, tidak ada lagi aktivitas vulkanis di Krakatau hingga 20 Mei 1883. Pada hari itu, setelah 200 tahun tertidur, terjadi ledakan kecil pada Gunung Krakatau. Itulah tanda-tanda awal bakal terjadinya letusan dahsyat di Selat Sunda. Ledakan kecil ini kemudian disusul dengan letusan-letusan kecil yang puncaknya terjadi pada 26-27 Agustus 1883.

Letusan Pada Tahun 1883


Pada hari Senin, 27 Agustus 1883, tepat jam 10.20, meledaklah gunung itu. Menurut Simon Winchester, ahli geologi lulusan Universitas Oxford Inggris yang juga penulis National Geographic mengatakan bahwa ledakan itu adalah yang paling besar, suara paling keras dan peristiwa vulkanik yang paling meluluhlantakkan dalam sejarah manusia modern. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan dan bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.

Menurut para peneliti di  University of North Dakota, ledakan Krakatau bersama ledakan Tambora (1815) mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern. The Guiness Book of Records mencatat ledakan Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah.

Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencavai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Langka, India, Pakistan, Australia, dan Selandia baru.
Letusan itu menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan serta sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Gelombang laut naik setinggi 40 meter menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut.

Tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang berasal dari 295 kampung kawasan pantai mulai dari Merak (Serang) hingga Cimalaya di Karawang pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan (Ujung Kulon) serta Sumatera Bagian selatan. Di Ujungkulon, air bah masuk sampai 15 km ke arah barat. Keesokan harinya sampai beberapa hari kemudian, penduduk Jakarta dan Lampung pedalaman tidak lagi melihat matahari. Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke pantai Hawaii, pantai barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7 ribu kilometer.

Anak Krakatau


Mulai pada tahun 1927 atau kurang lebih 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau, muncul gunung api yang dikenal sebagai Anak Krakatau dari kawasan kaldera purba tersebut yang masih aktif dan tetap bertambah tingginya. Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki dan lebih lebar 40 kaki. Catatan lain menyebutkan penambahan tinggi sekitar 4 cm per tahun dan jika dihitung, maka dalam waktu 25 tahun penambahan tinggi anak Rakata mencapai 7.500 inci atau 500 kaki lebih tinggi dari 25 tahun sebelumnya. Penyebab tingginya gunung itu disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung baru itu. Saat ini ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, sementara Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut.

Menurut Simon Winchester, sekalipun apa yang terjadi dalam kehidupan Krakatau yang dulu sangat menakutkan, realita-realita geologi, seismik serta tektonik di Jawa dan Sumatera yang aneh akan memastikan bahwa apa yang dulu terjadi pada suatu ketika akan terjadi kembali. Tak ada yang tahu pasti kapan Anak Krakatau akan meletus. Beberapa ahli geologi memprediksi letusan ini akan terjadi antara 2015-2083. Namun pengaruh dari gempa di dasar Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 juga tidak bisa diabaikan.



Menurut Profesor Ueda Nakayama salah seorang ahli gunung api berkebangsaan Jeoang, Anak Krakatau masih relatif aman meski aktif dan sering ada letusan kecil, hanya ada saat-saat tertentu para turis dilarang mendekati kawasan ini karena bahaya lava pijar yang dimuntahkan gunung api ini. Para pakar lain menyatakan tidak ada teori yang masuk akal tentang Anak Krakatau yang akan kembali meletus. Kalaupun ada minimal 3 abad lagi atau sesudah 2325 M. Namun yang jelas, angka korban yang ditimbulkan lebih dahsyat dari letusan sebelumnya.

Candi Borobudur

Sejarah Candi Borobudur

Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma.

Candi Borobudur

Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakretagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Buddha.

Arti nama Borobudur yaitu "biara di perbukitan", yang berasal dari kata "bara" (candi atau biara) dan "beduhur" (perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Buddha.

Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan Candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-15.

Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah Jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar. Karena penemuan itu, Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran Candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia. Pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil digali. Candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran Candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini baru benar-benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO.

Candi Borobudur

Arsitektur Candi Borobudur
Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap stupa terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia.

Di keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan tangga ke tingkat di atasnya seperti sebuah piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Batu kemudian menjadi pasir, lalu menjadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir menjadi manusia. Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Setiap tahapan pencerahan pada proses kehidupan ini berdasarkan filosofi Buddha digambarkan pada relief dan patung pada seluruh Candi Borobudur.

Bangunan raksasa ini hanya berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Bagian dasar Candi Borobudur berukuran sekitar 118 m pada setiap sisi. Batu-batu yang digunakan kira-kira sebanyak 55.000 meter kubik. Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar Candi Borobudur. Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan lego. Semuanya tanpa menggunakan perekat atau semen.

Sedangkan relief mulai dibuat setelah batu-batuan tersebut selesai ditumpuk dan disambung. Relief terdapat pada dinding candi. Candi Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda. Relief ini dibaca searah putaran jarum jam. Relief ini menggambarkan suatu cerita yang cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur menghadap timur seperti umumnya candi Buddha lainnya.

Selasa, 09 November 2010

Mesin bubut

Mesin Bubut 
adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan.
Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir.
Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metirs ke ulir inchi.


Prinsip kerja mesin bubut


Mesin bubut yang menggunakan sabuk di Hagley Museum
Poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada eretan yang membawa pahat. Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan yang berbentuk ulir.

Bagian-bagian mesin bubut

Mesin bubut terdiri dari meja dan kepala tetap. Di dalam kepala tetap terdapat roda-roda gigi transmisi penukar putaran yang akan memutar poros spindel. Poros spindel akan menmutar benda kerja melalui cekal. Eretan utama akan bergerak sepanjang meja sambil membawa eretan lintang dan eretan atas dan dudukan  pahat. Sumber utama dari semua gerakkan tersebut berasal dari motor listrik untuk memutar pulley melalui sabuk.

Jenis-jenis Mesin Bubut

  1. Mesin Bubut Universal
  2. Mesin Bubut Khusus
  3. Mesin Bubut Konvensional
  4. Mesin Bubut dengan Komputer (CNC)

Kamis, 04 November 2010

sQuba, Mobil Pertama Yang Dapat Menyelam

Mobil ini digerakkan oleh motor listrik dan bisa menyelam hingga kedalaman 10 meter. Membuat mobil bergerak di dalam air bukan lagi impian. CEO Rinspeed, Frank Rinderknecht, pada Maret lalu memamerkan prototipe mobil pertama di dunia yang dapat berenang dan menyelam hingga kedalaman 10 meter.

Mobil buatan Rinspeed dari Swiss ini diklaim adalah yang pertama meski sebelumnya sudah banyak mobil-mobil dengan rancangan sejenis yang juga bisa melaju di air. sQuba, demikian nama mobil tersebut, kelebihannya adalah pada penggunaan teknologi modern dan mobil sudah dapat menyelam berikut dengan penumpangnya di kedalaman.

Pada mobil-mobil sebelumnya yang juga masuk jenis amphibi car, seperti CLIMBER/ALPHA, Citroen DS yang dibuat tahun 1960, maupun Chrysler Labarron yang dibuat pada era 70-an, masih menjadi mobil baru belum memiliki kelebihan seperti apa yang ditawarkan oleh sQuba. Kelebihan ini yakni, mampu menyelam, hemat bahan bakar, dan lebih ringan karena meski sebagian kerangkanya terbuat dari baja namun sebagian besar komponennya dibuat dari bahan serat karbon.

Ini menjadikan sQuba paling ringan dan mobil yang telah menerapkan teknologi nano.

sQuba juga menjadi mobil pertama dari golongan sedan. Desain berkerangka pintu terbuka, menggunakan motor listrik, dua propeler dan dua mesin jet pengatur gerakan, sehingga memungkinkan mobil ini bisa menempuh perjalanan jauh.

Mobil ini diklaim juga lebih unggul karena didesain tidak menghasilkan emisi baik ketika berjalan di darat maupun di laut. Pasalnya energi mobil ini disuplai dari jenis baterai lithium-ion.

Di sQuba, pengendara kendaraan ini harus ikut menyelam bersama dengan mobil dan ikut merasakan dinginnya air. Untuk pernafasan di kabin kendaraan telah disediakan alat perangkat alat selam dan pengatur oksigen yang dikeluarkan dari kabin secara otomatis. Udara ini selalu dijamin segar dengan catatan tidak terjadi kebocoran.

Konsep sQuba yang mampu menyelam hingga 10 meter ini menjadikannya sebagai calon kendaraan bakal militer. Cukup mengendarainya dengan bebas, siapa pun dapat menggunakan mobil ini baik untuk menyelundup maupun mengintai. Mobil juga ditawarkan unggul karena bisa melakukan manuver bebas. Namun bukan berarti seperti ikan yang bisa melesat. sQuba masih banyak keterbatasan.

Mobil ini juga dikatakan adalah jelmaan dari mobil balap yang dibuat di fasilitas teknik khusus Esoro di Swiss. Pada tahap pertama yang dilakukan adalah membuang mesin pembakaran dan diganti dengan tiga mesin motor listrik. Tiga mesin ini semuanya diletakkan di belakang. Satu buah untuk pendorong ketika di darat dan dua lainnya dipakai untuk bergerak di air.

Mesin juga didukung oleh dua tenaga Seabob jet yang ada di depan. Ini digunakan untuk bernapas kendaraan dengan cara memanfaatkan putaran saat melalui HS Genion (untuk membuka dan menutup fungsi keluar masuknya air). Jet ini dirancang khusus dengan bahan material karbon nano.


Saat mendarat, sQuba bisa menjadi seperti akuarium. Untuk itu disarankan seusai menyelam, pintu kendaraan dibuka agar air di dalam kendaraan keluar. Rinderknecht mengatakan maksud desain sedan ini terbuka karena jika ada keadaan darurat penumpang tidak perlu repot-repot untuk keluar dari mobil. Tapi ini bukan alasan utama, menurutnya dengan kedalaman yang cukup dalam tersebut beban air akan memiliki tekanan yang hebat dan belum bisa ditahan oleh rangka mobil seperti sedan biasa.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Ponimin Bukan Pengganti Mbah Maridjan, Hanya Ditugasi Jaga Merapi


Sleman - Sultan Hamengkubuwono X menegaskan belum ada penunjukan Ponimin sebagai juru kunci Merapi menggantikan Mbah Maridjan. Ponimin hanya ditugasi jaga Merapi. Pengganti Mbah Maridjan akan ditentukan tahun depan.

"Soal penggantian, itu upacaranya masih tahun depan," kata Sultan Hamengkubuwono X, usai rapat kordinasi dengan Pemkab Sleman di Posko Kecamatan Pakem, Jl Kaliurang, Pakem, Sleman, Jumat (29/10/2010).

Menurut dia, belum ada penunjukan juru kunci Merapi yang baru. Menurut dia ada prosedur khusus untuk mengangkat seorang juru kunci.

"Ora ono sing ditunjuk. Itu tidak ditunjuk begitu, tapi ada prosedurnya sendiri. Di pemerintahan kan biasanya ada yang mengajukan, terus harus Abdi Dalem. Prosedurnya kan begitu," tegasnya.

Lantas bagaimana dengan pertemuan Ponimin dengan istri Sultan, GKR Hemas? Bukankah GKR Hemas menyampaikan pesan langsung pada Ponimin?

"Istri saya kan ngomongnya karena saiki Mbah Maridjan sudah tidak ada, saiki kowe sing ngurusi Merapi. Bukan berarti dia yang menggantikan Mbah Maridjan," ungkap Sultan.

Dengan demikian, posisi Ponimin sekarang pun juga bukan semacam pelaksana tugas. "Nggak gitu juga toh. Cuma jaga Merapi," ujar dia.

Dalam rapat kordinasi ini, Sultan didampingi GKR Hemas dan Bupati Sleman Sri Purnomo.

Nama Ponimin mendadak menjadi buah bibir setelah dia selamat dari awan panas alias wedhus gembel Merapi. Ponimin dan keluarganya hanya berlindung dengan sebuah mukena dan ajaibnya mereka selamat. Ponimin hanya mengalami luka bakar di kaki.

Kemudian, istri Sultan, GKR Hemas pun datang menjenguknya. Hemas terdengar menitipkan Merapi kepada Ponimin. Hal ini pun diyakini publik sebagai restu Kraton Yogyakarta kepada Ponimin untuk menggantikan Maridjan.

Kamis, 28 Oktober 2010

Letusan Merapi Tidak Memicu Gempa di Tempat Lain



Jakarta - Beredar isu di kalangan warga bahwa erupsi Gunung Merapi berpotensi memicu gempa, apalagi pada Rabu kemarin gempa 4 SR terjadi di Bantul. Isu ini ditolak vulkanolog Eko Teguh Paripurno. Sebab menurutnya, erupsi Gunung Merapi tidak akan memicu gempa.

"Kalau yang ada di dalam gunung (magma) sudah matang, lalu ada gempa di dekatnya ini bisa menimbulkan efek pada aktivitasnya. Bukan gunung memicu gempa, tetapi gunung itu produk akhir dari gempa," kata staf pengajar Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta ini dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (28/10/2010).

Ketika Gunung Merapi bererupsi pertama kali Selasa (26/10) lalu, sejumlah material panas muntah. Material tersebut akan cepat menjadi dingin tergantung besar kecil serta ketebalannya. Material yang tipis dan kecil akan lebih cepat dingin. Material dalam wujud abu paling mudah dingin. Sedangkan pasir dan bongkahan kerakal akan lebih awet.

Magma Merapi, seperti halnya gunung yang lain akan dikeluarkan melalui lubang kepundan. Umumnya magma akan keluar dari lubang itu, namun bisa jadi lubang kepundan itu tertutup sehingga yang terjadi adalah magma menjebol samping gunung. Namun hal ini jarang ditemui di Indonesia.

Berdasarkan erupsi terakhirnya, gunung dibedakan menjadi tiga tipe yakni tipe A, B dan C. Gunung Merapi masuk dalam tipe A, yakni gunung yang dalam 400 tahun terakhir (sesudah tahun 1600) pernah meletus. Sedangkan tipe B adalah bila suatu gunung lebih dari 400 tahun tidak meletus. Gunung tipe C adalah jejak gunung api yang sudah tidak menunjukkan bentuk.

"Tidak ada puncaknya lagi. Produk yang tertinggal bisa air panas atau belerang," jelas Eko.

Pria berkacamata ini memperkirakan erupsi Merapi saat ini memiliki tipe vulcano murni yang letusannya cenderung vertikal dan pola letusannya menyembur ke berbagai arah.

Dibanding kondisi Merapi 2006, energi Merapi yang terkumpul saat ini lebih besar. Karena itu prosesnya cepat dan volume lavanya banyak. "Kalau tadinya 3-4 km (jarak guguran lava) sekarang puluhan kilometer. Dan kita nggak tahu sudah selesai atau belum (pengeluaran energi). Jadi kita tunggu dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian," terang dia.

Saat erupsi pada 2006, terbentuk kubah lava. Hal itu sebagai akibat adanya energi berkekuatan sedang yang dimiliki Merapi, sehingga magma disisipkan ke luar gunung menjadi kubah. Biasanya kubah lava tidak stabil sehingga longsor. Ketika terjadi guguran kubah lava itulah terjadi awan panas.

"Kalau sekarang tidak terjadi kubah lava, sehingga yang terjadi adalah erupsi umum (letusan), bukan kubah lava," kata pria yang akrab disapa Kang ET ini.

Status Awas Merapi ditetapkan pada Senin (25/10) pukul 06.00 WIB dan gunung meletus esok harinya pada pukul 17.02 WIB. Sedangkan pada 2006, saat Mbah Maridjan moncer untuk pertama kalinya, jarak Awas dan erupsi makan waktu berhari-hari. Korban tewas kala itu ada 2 orang, sedangkan tahun ini lebih dari 30 orang dinyatakan tewas.

Selasa, 26 Oktober 2010

MUSIK

Lirik Lagu Ungu Band - I Need You

Oh baby don’t you know how much i love you
Oh baby don’t you know how much i miss you
Oh baby don’t you know it’s true

I l o v e u, i love you
I m i s s u, i miss you

Oh baby don’t you know how much i love you
Oh baby don’t you know how much i miss you
Oh baby don’t you know it’s true

Oh baby don’t you know how much i need you
Oh baby don’t you know how much i want you
Oh baby don’t you know it’s true

I n e e d u, i need you
I w a n t u, i want you

Oh baby don’t you know how much i love you
Oh baby don’t you know how much i miss you
Oh baby don’t you know it’s true

Oh baby don’t you know how much i need you
Oh baby don’t you know how much i want you
Oh baby don’t you know it’s true

Oh baby don’t you know how much i love you
Oh baby don’t you know how much i miss you
Oh baby don’t you know it’s true

Oh baby don’t you know how much i need you
Oh baby don’t you know how much i want you
Oh baby baby i want you
Baby baby how much i love you
Baby baby how much i need you